PENGANTAR MUSIK ETNOMUSIKOLOGI
PENGANTAR
Etnomusikologi
merupakan bidang studi baru yang tumbuh di Bara pada ahkir abad ke-19. Sejak
itu banyak pemikir yang berminat mengadakan studi etnomusikologi untuk tujuan
pengembangan pengetahuan music maupun pengembangan kehidupan music etnis
(Daerah, Tradisional) Beberapa pendekatan meteodologi, dan teknik penelitian
lapangan, utamannya dengan menggunakan perabot konsep-konsep musical maupun
social Khususnya antropologi telah banyak di kembangkan
Di Indonesia
studi etnomusikologi menjadi disiplin maupun acara studi akademis di lembaga
perguruan tinggi, baru dimulai sejak tahun 80-an, meskipun embriornya, berupa
kegiatan pencatatan, pendokumentasian, dan penelitian music (juga koreografi)
telah dimulai menjelang pertengahan abad ini. Selanjutnya perkembangan. Bidang
studi etnomusikologi di Indonesia, mulai menunjukan formatnya yang lebih
karakteristik. Hal ini terutama dilatarbelakangi oleh tujuan, kenutuhan, dan
profil etnomusikologi serta natur dari music kita yang berbeda dengan yang ada
di barat. Musik “etnis tradisi” kita pada umumnya adalah seni tradisi yang
hidup dan berkembang serta didukung oleh masyarakatnya
Daftar Isi
ETNOMUSIKOLOGI
(Barbara Krader)
BAB I
1.1
TERMINOLOGI DAN DEFINISI
Istilah “etnomusikologi” berasal dari Jaap
Kunst, yang di gunakan sebagai subtitle dalam bukunya yang berjudul
Musicological:a Study Of the Nature of
Ethnomusicology, its probles, Methhods, and Representativ Personalities (Amsterdam,
1950). Dalam sedisi-edisi berikutnya buku itu disebut Ethnomusicology. Pada edisi yang pertama ia mempergunakan tanda
baca hubung [Ethnomusicology] sedangkan yang kedua tanda baca penghubung itu
tidak dipergunakan lagi. Jaap Kunst berpandang bahwa istilah ini lebih tepat
bagi “comparative musicology” oleh karena “ilmukita tidak menggunakan [Metode]
pembandingan melebihi [Metode] ilmu lain.
Etnomusikologi
pada dasarnya berurusan dengan musik-musik yang masih hidup (termasuk di
dalamnnya instrumen-instrumen musikal dan tari) yang terdapat di dalamtradisi
lisan, di luar batasan pengertian musik
urban dalam musik-musik seni Eropa. Subyek-subyek dan sasaran penelitian
utamanya adalah: Musik yang diajarkan secara lisan melalui tradisinya pada
kebudayaan-kebudayaan tinggi di Asia.
Etnomusikologi
dikenal sebagai disiplin ilmiah di Universitas-universitas Amerika, Kanada, dan
di Perancis, dan sementara itu di Jerman, Belanda, Inggris dan negeri-negeri
lain pengakuan terhadap terbatas. Dalam praktiknya, para ahli dalam bidang ilmu
ini terlatih dalam ilmu music atau antropologi. Selain itu juga di
museum-museum etnografi dan lembaga-lembaga riset di akademik-akademik keilmuan
nasional; lembaga seperti disebut terahkir khususnya dijumpai di Eropa bagian
timur. Etnomusikologi mempunyai persamaan yang sangat dekat dengan etnologi,
selain ciri-cirinya yang jelas, yaitu memiliki spesialisi di bidang
musikologis. Ilmu ini mempelajari musik-musik yang masih hidup; ia meneliti
praktik-praktik musical dalam wawasan yang paling luas.
1.2
SEJARAHNYA HINGGA PERANG DUNIA II
Perhatian terhadap musi dunia
atau music eksotik dapat dikatakan muncul di dalam literature Barat pada abad
ke-18 Tonggak sejarahnya adalah Dictionnaire
de musique karya Rousseau (1768), di mana di dalamnya terdapat contoh-contoh
music yang diindentifikasikan sebagai musik rakyat orang cina, music suku
indian kanada, musik rakyak orang Finlandia. Berbagai catatan harian para
pelancong pada masa itu dan masa sesudahnya membuat laporan tentang nyanyian
penduduk negeri-negeri yang di kunjungi, dan diertai notasi musik yang
dimodifikasi agar cocok dengan norma-norma [notasi] musik Barat, selain itu
beberapa hasil kerja serius dari observasi objektif serta analisis juga sudah
muncul pada periode ini.
Dari sekian
banyak karya-karya umum yang dilakukan orang Barat tentang musik selama 70
tahun sejak dari awala abad ke-19 (dimana sebagian dari karya itu melaporkan
musik-musik non Barat) maka tidak satu pun diantaranya yang dapat dianggap
lebih baik selain hanya bersifat mengada-ada (superfisial), bahkan kebanyakan
hasilnya sangat jelek. Sebuah karya yang lumayan diantaranya, dan pantas untuk
di terima secara positif adalah tulisan F.J. Fetis.
Sebelum perang
dunia 1 dan sesudahnya, studi eksentesif yang dilakukan oleh para antropolog
terghadap suku-suku Indian Amerika telah menyertakan rekaman musik sebagai
bagian dari pekerjaan mereka dalam melakukan pendokumentasian kebudayaan itu.
Contoh-contoh yang mula-mula dapat dicatat adalah rekaman-rekaman yang dibuat
Frans Boas terhadap musik suku indian Quileute dan Quinalut (1905), dan joseph
K. Dixon terhadap music Crow (1908-9)
Pada tahun 1901
di Universitas Moscow didirikan Musical Ethnographic Commission, yang
memusatkan perhatiannya pada pekerjaan perekam musik dan pentranskripsinnya
dengan pendekatan seilmiah mungkin, kegiatannya termasuk studi terhadap
lagu-lagu rakyat serta musik tradisional dari rusia dan negeri-negeri lain.
Setelah 1918 kegiatan Vienna Archive menjadi terhenti sementara itu di Berlin
semakin berkembang. Di Amerika, khususnya arkaif yang banyak dipengaruhi oleh
Frans Boas terdapat di universitas Columbia sedangkan di Universitas yale
banyak dipengaruhi oleh Edward Sapir. Studi-studi yang lebih bersifat
etnomusikologis dilakukan terhadap suku-suku bangsa indian Amerika dan Eskimo.
Di polandia dua pusat penyimpanan hasil rekaman yang lebih ekstensif
dikembangkan untuk kepentingan pendokumentasian musik rakyat polandia: yaitu di
Poznan di bawah pimpinan polikoski; kedua pusat penyimpanan hasil rekaman ini
kemudian dihancurkan secara sengaja pada masa Perang Dunia II.
1.3
KECENDRUNGAN ETNOMUSIKOLOGI SEJAK 1950
Etnomusikologi sebagai sebuah
disiplin ilmu boleh dikatakan baru muncul sesudah perang dunia II, yaitu dari
sia-sia musikologi komparatif, namun hal yang baru dari kemunculannya ini
adalah perkembangannya yang dinamis yang memungkinkannya untuk memegang peran
besar atas pengulangan kelahirannya. Bagi sarjana-sarjana yang berasal dari
Negara industry, daerah-daerah terpencil di dunia bertambah muda dijangkau; dan
alat perekam suara, bahkan alat pembuatan film di negara itu begitu cepat maju dan harganya jauh lebih
murah daripada masa-masa sebelumnya. Saat itu (th. 50-an) para musikologi
kehilangan kesabaran atas belenggu yang mengikat untuk mempelajari music dengan pendekatan historis terhadap seni
music barat yang bersumber pada catatan-catatan notasi yang tertulis.
Journal of the international folk music
council ( yang didirikan pada tahun 1949) merupakan forum yang penting
pula, khususnya bagi para ahli music rakyat dan etnomusikologi yang bekerja
dengan subyek lain, sejumlah orang lulusan aliran musikologi komparatif dari
Berlin yang kemudian pindah ke Amerika, mempunyai peran yang amat penting pula
dalam perkembangan etnomusikologi di belahan Barat, khususnya George Herzog,
Misezyslaw Kolinski, dan (belakangan) Klaus P. Wachman. Charles Seeger yang
kebangsaan Amerika telah banyak memberi sumbangan terhadap disiplin ini Amerika
Serikat.
1.3.1
Koleksi dan Dokumentasi
Prosedur dalam
mengumpulkan koleksi hasil kerja lapangan dari para etnomusikologi telah
dideskripsikan oleh Brailoiu (1931), Bartok (1936), Hood (1971) dan lain-lain.
Hal itu tidak akan di bahas di sini.
Pengumpulan
koleksi yang menggunakan pendekatan etnomusikologi terhadap materi-materi
penting sudah sangat maju dan berkembang sejak Perang Dunia II. Dan dalam hal
ini inovasi-inovasi di bidang teknologi mempunyai peran yang amat besar.
Di Antara hasil
rekaman-rekaman dokumentasi yang ada, maka yang paling di percaya adalah
rekaman yang dilakukan oleh lembaga-lembaga yang bersifat non-komersial,
seperti Library of Congress di Washington DC, Japan Broadcasting Corporation,
rekaman-rekaman yang di sponsori oleh Musee Royale de I’Afrique Centrale di Tevuren,
Belgia, dan rekaman-rekaman yang di keluarkan oleh Museum Fur Volkerkunde di
Berlin Barat.
1.3.2
Transkripsi dan Analisis Akustika
Mentranskripsikan musik tradisional dalam bentuk notasi visual sejak
lama telah dianggap sebagai tugas yang esensial bagi etrnomusikologi sekarang ini secara kuantitas terdapat banyak
materi dasar dari hasil penelitian yang dilakukan secara etnomusikologi logis,
yaitu rekaman-rekaman yang dilakukan dengan teknik rekaman berkualitas baik,
serta materi-materi dengan konstektual yang sangat luas.
Nettl (1975)
mengisyaratkan bahwa pada masa-masa sekarang transkripsi tidak dipandang
sebagai hal yang penting disbanding dengan masa lalu. Dengan berbagai alasan
pro dan kontra, kenyataan visualisasi [dalam bentuk grafis atau notasi] dari
music tradisional sangat diperlukan untuk tujuan analisis dan perbandingan.
Dan setelah
lebih satu dekade bekerja dengan sonagraph, melograf, serta alat-alat lain,
etnomusikologi professional cendrung lebih menyenangi pengadaptasian notasi
konvensional [yang dibubuhkan di bawah] dari pada grafik-grafik [hasil dari
peralatan-peralatan tersebut] Hingga sekarang, sistem ini memang tidak
sempurna, namun dapat digunakan untuk sasaran dan tujuan yang bermanfaat,.
1.3.3
Klasifikasi, Sitematisasi dan Analisis
Semua etnomusikologi, apakah ia
mengabdikan dirinya untuk studi music di dalam kebudayaan ataupun tidak, pada
akhirnya perlu mendeskripsikan musik yang di pelajarinya, yaitu mencoba
menemukan ciri-ciri yang mendasari musik yang ditelitinya dan (di dalam
beberapa kasus) membandingkannya dengan ciri-ciri musik dari
kebudayaan-kebudayaan lain yang di anggap masih mempunyai hubungan. Di Antara
elemen-elemen yang di pelajari dalam musik vocal tunggal terdapat wilayah
melodis, garis melodis (counter) interval-interval dan ornamentasi.
Pada saat
bersamaan mereka mengembangkan metode-metode pengolahan data secara elektronis,
(ini telah di gunakan untuk materi musik rakyat di Budapest, praha, Brno,
Bratislava, Berlin, dan Skandinavia). Tujuan ahkir dari pekerjaan ini adalah
untuk membuat perbandingan yang
sisternatis terhadap musik rakyat yang terdapat di seluruh Eropa setelah hambatan-hambatan dapat diatasi.
Sejak kira-kira
tahun 1970 minat terhadap musik yang berfungsi sebagai suatu bentuk komunikasi
atau sebagai sistem komunikasi dapat di lihat dengan perkembanganny, apa yang
disebut, ‘semiotic musical’ dari definisi-definisi bidang ilmu yang dikemukakan
oleh Nattiez (1974) dapat di ketahui bahwa lapangan ini adalah sebuah disiplin
yang mencoba mengguanakn model-model yang terdapat pada disiplin linguistic
untuk melakukan anlisis musikal, atau studi musik sebagai suatu sistem lambang.
1.3.4
Fungsi Sosial
Studi yang
paling intensif terhadap musik dalam konteks kebudayaan, atau social
telah berlangsung dan diarahkan pada musik-musik dari masyarakat non-literasi
atau masyarakat tribal serta musik-musik dari perkampungan kecil atau
daerah-daerah perdesaan yang terbatas.
Pendekantan
kontras dan tajam terhadap musik yang terdapat dalam masyarakat etnomusikologi
dapat di jumpai dalam proyek “kantometrik” yang dikerjakan Lomax. Di dalam
studi tentang gaya penyajian nyanyian, rekaman dari contoh-contoh gaya menyanyi
yang dikumpulkan dari 200 kebudayaan Ini dianalisis, kemudian [hasil]
analisis-analisis di beri kode-kode untuk komputer, sebuah bank data tentang fakta-fakta etnografis dari
kebudayaan-kebudayaan tersebut di gunakan untuk meliha hubungan dari sifat-sifat
musikal dan sifat-sifat budaya melalui komputerisasi, studi ini juga di
khususkan untuk menemukan apakah pola-pola musik tertentu secara regular
berkaitan dengan tingkatan-tingkatan tertentu dalam kompleksitas kebudayaan.
1.3.5 Dimensi Kesejarahan
Dimensi sejarah
merupakan hal yang fundamental bagi banyak sarjana dalam melakukan penelitian
terhadap musik rakyat khususnya dalam hal ini adalah bagi sarjana Jerman,
Walter Wiora, dan juga para ahli musik rakyat
dan para etnomusikologi bangsa eropa. Mula-mula, pertanyaan terhadap
asal dan evolusi musik merupakan hal yang sangat menarik di bicarakan bagi para
musikolog komparatif, seperti halnya Stumpf dan Hornbostel
Folk Music Reasearch Group [Kelompor
riset musik rakyat] dari Hunggarian Academy Of science yand di pimpin oleh
Kodaly sampai ahkir hayatnya, selalu memberi perhatian yang penuh terhadap
hal-hal yang bersifat kesejarahan
Sekalipun tidak
mengabaikan aspek kesejarahan secara menyeluruh, etnomusikologi-etnomusikologi
Amerika memusatkan perhatiannya terhadap musik yang masih hidup sebagai subjek
yang sedikt banyaknya adalah baru bagi
penelitian ilmiah hal mana kemudian, metode-metode dan peralatan yang baru pun
harus dikembangkan
1.3.6 Etika
Pertimbangan-pertimbangan yang
etis khususnya sangat relevan dalam studi musik di negeri-negeri yang sedang
berkembang, namun berhubungan pula dengan semua jenis kegiatan penelitian
lapangan. Para etnomusikologi dari Negara-negara industry Barat sekarang ini
sedang dalam tekanann untuk membuktikan kebenaran mengapa penelitian di luar
negeri asalnya lebih banyak dikerjakan dibandingkan dengan melakukan penelitian
lapangan di negeri dan kebudayaan sendiri
Sekurang-kurangnnya ada dua jawaban yang mungkin dari tantangan ini.
Yang pertama sejumlah etnomusikologi Barat pada kenyataan melakukan studi
terhadap kebudayaan-kebudayaan sendiri; sebagai contoh di Amerika, terdapat
perhatian untuk meneliti musik etnis, atau komunitas rural dan urban di suatu
daerah. Yang kedua, diakui bahwa pendukung sebuah kebudayaan dapat melakukan
penyelidikan lebih mendalam tentang masyarakatnya di bandingkan dengan orang
luar. Seorang penelitian luar yang terlatih, dengan bantuan dari narasumber
setempat, mungkin dapat mendokumentasikan, menganalisis, dan meyumbangkan
hal-hal yang penting untuk pengetahuan musik dari kebudayaan asing kepada dunia
luar.
1.3.7 Kesimpulan
Seeger mengusulkan tiga
percabangan terhadap definisi tugas musikologi, sebagai berikut: presentasi di
dalam Bahasa laporan mengetengahkan, pertsama, sifat proses [terjadinya] musik
secara teknis, yang kedua hubungan antar dunia musik dan dunia pembahasanny;
dan yang ketiga, fungsi dari totalitas musik di dalam totalitas kebudayaan (1940-320).
Dengan demikian ini jelas bahwa ketiga
tugas ini adalah dasar-dasar yang menjadi perhatian para seniman etnomusikologi
Dalam artikel
ini masalah-masalah utama dari etnomusikologi telah diutarakan. Jalan keluar
masih belum dapat dikemukan bagi semua permasalahan yang ada. Kelompok yang
disebutkan pertama [antropologi] tidak
bekerja lebih banyak untuk menutupi jurang pemisah ini, dan di sisi lain
ternyata terdapat sejumlah bukri bahwa disiplin mengarah semakin dekat kepada
disiplin yang terdapat pada Musikologi
Kecenderungan-kecenderungan yang berorientasi-musikologis lainnya dapat
memasukan etnomusikologi urban, dengan persepektif kesejarahannya, dan pusat
perhatian dalam penelitiannya adalah analisis terhadap fenomena musikal.
maaf, ini blog bertus ya? hasil tulisan anda semua plagiat dari buku Etnomusikologinya R. Supanggah (ed).
BalasHapuskamu tidak mencantumkan rujukan buku, ini bahaya karena berhubungan dengan HaKI. terima kasih
HAPUS TUS ! bikin malu aja
BalasHapusHayoo
BalasHapus