Minggu, 04 Januari 2015

PENGANTAR MUSIK ETNOMUSIKOLOGI


PENGANTAR MUSIK ETNOMUSIKOLOGI

PENGANTAR


   Etnomusikologi merupakan bidang studi baru yang tumbuh di Bara pada ahkir abad ke-19. Sejak itu banyak pemikir yang berminat mengadakan studi etnomusikologi untuk tujuan pengembangan pengetahuan music maupun pengembangan kehidupan music etnis (Daerah, Tradisional) Beberapa pendekatan meteodologi, dan teknik penelitian lapangan, utamannya dengan menggunakan perabot konsep-konsep musical maupun social Khususnya antropologi telah banyak di kembangkan
   Di Indonesia studi etnomusikologi menjadi disiplin maupun acara studi akademis di lembaga perguruan tinggi, baru dimulai sejak tahun 80-an, meskipun embriornya, berupa kegiatan pencatatan, pendokumentasian, dan penelitian music (juga koreografi) telah dimulai menjelang pertengahan abad ini. Selanjutnya perkembangan. Bidang studi etnomusikologi di Indonesia, mulai menunjukan formatnya yang lebih karakteristik. Hal ini terutama dilatarbelakangi oleh tujuan, kenutuhan, dan profil etnomusikologi serta natur dari music kita yang berbeda dengan yang ada di barat. Musik “etnis tradisi” kita pada umumnya adalah seni tradisi yang hidup dan berkembang serta didukung oleh masyarakatnya




Daftar Isi





ETNOMUSIKOLOGI (Barbara Krader)

BAB I



1.1  TERMINOLOGI DAN DEFINISI


    Istilah “etnomusikologi” berasal dari Jaap Kunst, yang di gunakan sebagai subtitle dalam bukunya yang berjudul Musicological:a Study Of the Nature of Ethnomusicology, its probles, Methhods, and Representativ Personalities (Amsterdam, 1950). Dalam sedisi-edisi berikutnya buku itu disebut Ethnomusicology. Pada edisi yang pertama ia mempergunakan tanda baca hubung [Ethnomusicology] sedangkan yang kedua tanda baca penghubung itu tidak dipergunakan lagi. Jaap Kunst berpandang bahwa istilah ini lebih tepat bagi “comparative musicology” oleh karena “ilmukita tidak menggunakan [Metode] pembandingan melebihi [Metode] ilmu lain.
   Etnomusikologi pada dasarnya berurusan dengan musik-musik yang masih hidup (termasuk di dalamnnya instrumen-instrumen musikal dan tari) yang terdapat di dalamtradisi lisan, di luar batasan pengertian musik  urban dalam musik-musik seni Eropa. Subyek-subyek dan sasaran penelitian utamanya adalah: Musik yang diajarkan secara lisan melalui tradisinya pada kebudayaan-kebudayaan tinggi di Asia.
   Etnomusikologi dikenal sebagai disiplin ilmiah di Universitas-universitas Amerika, Kanada, dan di Perancis, dan sementara itu di Jerman, Belanda, Inggris dan negeri-negeri lain pengakuan terhadap terbatas. Dalam praktiknya, para ahli dalam bidang ilmu ini terlatih dalam ilmu music atau antropologi. Selain itu juga di museum-museum etnografi dan lembaga-lembaga riset di akademik-akademik keilmuan nasional; lembaga seperti disebut terahkir khususnya dijumpai di Eropa bagian timur. Etnomusikologi mempunyai persamaan yang sangat dekat dengan etnologi, selain ciri-cirinya yang jelas, yaitu memiliki spesialisi di bidang musikologis. Ilmu ini mempelajari musik-musik yang masih hidup; ia meneliti praktik-praktik musical dalam wawasan yang paling luas.



1.2  SEJARAHNYA HINGGA PERANG DUNIA II


   Perhatian terhadap musi dunia atau music eksotik dapat dikatakan muncul di dalam literature Barat pada abad ke-18 Tonggak sejarahnya adalah Dictionnaire de musique karya Rousseau (1768), di mana di dalamnya terdapat contoh-contoh music yang diindentifikasikan sebagai musik rakyat orang cina, music suku indian kanada, musik rakyak orang Finlandia. Berbagai catatan harian para pelancong pada masa itu dan masa sesudahnya membuat laporan tentang nyanyian penduduk negeri-negeri yang di kunjungi, dan diertai notasi musik yang dimodifikasi agar cocok dengan norma-norma [notasi] musik Barat, selain itu beberapa hasil kerja serius dari observasi objektif serta analisis juga sudah muncul pada periode ini.
   Dari sekian banyak karya-karya umum yang dilakukan orang Barat tentang musik selama 70 tahun sejak dari awala abad ke-19 (dimana sebagian dari karya itu melaporkan musik-musik non Barat) maka tidak satu pun diantaranya yang dapat dianggap lebih baik selain hanya bersifat mengada-ada (superfisial), bahkan kebanyakan hasilnya sangat jelek. Sebuah karya yang lumayan diantaranya, dan pantas untuk di terima secara positif adalah tulisan F.J. Fetis.
   Sebelum perang dunia 1 dan sesudahnya, studi eksentesif yang dilakukan oleh para antropolog terghadap suku-suku Indian Amerika telah menyertakan rekaman musik sebagai bagian dari pekerjaan mereka dalam melakukan pendokumentasian kebudayaan itu. Contoh-contoh yang mula-mula dapat dicatat adalah rekaman-rekaman yang dibuat Frans Boas terhadap musik suku indian Quileute dan Quinalut (1905), dan joseph K. Dixon terhadap music Crow (1908-9)
   Pada tahun 1901 di Universitas Moscow didirikan Musical Ethnographic Commission, yang memusatkan perhatiannya pada pekerjaan perekam musik dan pentranskripsinnya dengan pendekatan seilmiah mungkin, kegiatannya termasuk studi terhadap lagu-lagu rakyat serta musik tradisional dari rusia dan negeri-negeri lain. Setelah 1918 kegiatan Vienna Archive menjadi terhenti sementara itu di Berlin semakin berkembang. Di Amerika, khususnya arkaif yang banyak dipengaruhi oleh Frans Boas terdapat di universitas Columbia sedangkan di Universitas yale banyak dipengaruhi oleh Edward Sapir. Studi-studi yang lebih bersifat etnomusikologis dilakukan terhadap suku-suku bangsa indian Amerika dan Eskimo. Di polandia dua pusat penyimpanan hasil rekaman yang lebih ekstensif dikembangkan untuk kepentingan pendokumentasian musik rakyat polandia: yaitu di Poznan di bawah pimpinan polikoski; kedua pusat penyimpanan hasil rekaman ini kemudian dihancurkan secara sengaja pada masa Perang Dunia II.


1.3  KECENDRUNGAN ETNOMUSIKOLOGI SEJAK 1950

  
   Etnomusikologi sebagai sebuah disiplin ilmu boleh dikatakan baru muncul sesudah perang dunia II, yaitu dari sia-sia musikologi komparatif, namun hal yang baru dari kemunculannya ini adalah perkembangannya yang dinamis yang memungkinkannya untuk memegang peran besar atas pengulangan kelahirannya. Bagi sarjana-sarjana yang berasal dari Negara industry, daerah-daerah terpencil di dunia bertambah muda dijangkau; dan alat perekam suara, bahkan alat pembuatan film di negara itu  begitu cepat maju dan harganya jauh lebih murah daripada masa-masa sebelumnya. Saat itu (th. 50-an) para musikologi kehilangan kesabaran atas belenggu yang mengikat untuk mempelajari music  dengan pendekatan historis terhadap seni music barat yang bersumber pada catatan-catatan notasi yang tertulis.
   Journal of the international folk music council ( yang didirikan pada tahun 1949) merupakan forum yang penting pula, khususnya bagi para ahli music rakyat dan etnomusikologi yang bekerja dengan subyek lain, sejumlah orang lulusan aliran musikologi komparatif dari Berlin yang kemudian pindah ke Amerika, mempunyai peran yang amat penting pula dalam perkembangan etnomusikologi di belahan Barat, khususnya George Herzog, Misezyslaw Kolinski, dan (belakangan) Klaus P. Wachman. Charles Seeger yang kebangsaan Amerika telah banyak memberi sumbangan terhadap disiplin ini Amerika Serikat.


  

1.3.1  Koleksi dan Dokumentasi


   Prosedur dalam mengumpulkan koleksi hasil kerja lapangan dari para etnomusikologi telah dideskripsikan oleh Brailoiu (1931), Bartok (1936), Hood (1971) dan lain-lain. Hal itu tidak akan di bahas di sini.
   Pengumpulan koleksi yang menggunakan pendekatan etnomusikologi terhadap materi-materi penting sudah sangat maju dan berkembang sejak Perang Dunia II. Dan dalam hal ini inovasi-inovasi di bidang teknologi mempunyai peran yang amat besar.
   Di Antara hasil rekaman-rekaman dokumentasi yang ada, maka yang paling di percaya adalah rekaman yang dilakukan oleh lembaga-lembaga yang bersifat non-komersial, seperti Library of Congress di Washington DC, Japan Broadcasting Corporation, rekaman-rekaman yang di sponsori oleh Musee Royale de I’Afrique Centrale di Tevuren, Belgia, dan rekaman-rekaman yang di keluarkan oleh Museum Fur Volkerkunde di Berlin Barat.



1.3.2  Transkripsi dan Analisis Akustika


   Mentranskripsikan musik  tradisional dalam bentuk notasi visual sejak lama telah dianggap sebagai tugas yang esensial bagi etrnomusikologi  sekarang ini secara kuantitas terdapat banyak materi dasar dari hasil penelitian yang dilakukan secara etnomusikologi logis, yaitu rekaman-rekaman yang dilakukan dengan teknik rekaman berkualitas baik, serta materi-materi dengan konstektual yang sangat luas.
   Nettl (1975) mengisyaratkan bahwa pada masa-masa sekarang transkripsi tidak dipandang sebagai hal yang penting disbanding dengan masa lalu. Dengan berbagai alasan pro dan kontra, kenyataan visualisasi [dalam bentuk grafis atau notasi] dari music tradisional sangat diperlukan untuk tujuan analisis dan perbandingan.
  Dan setelah lebih satu dekade bekerja dengan sonagraph, melograf, serta alat-alat lain, etnomusikologi professional cendrung lebih menyenangi pengadaptasian notasi konvensional [yang dibubuhkan di bawah] dari pada grafik-grafik [hasil dari peralatan-peralatan tersebut] Hingga sekarang, sistem ini memang tidak sempurna, namun dapat digunakan untuk sasaran dan tujuan yang bermanfaat,.



1.3.3  Klasifikasi, Sitematisasi dan Analisis


   Semua etnomusikologi, apakah ia mengabdikan dirinya untuk studi music di dalam kebudayaan ataupun tidak, pada akhirnya perlu mendeskripsikan musik yang di pelajarinya, yaitu mencoba menemukan ciri-ciri yang mendasari musik yang ditelitinya dan (di dalam beberapa kasus) membandingkannya dengan ciri-ciri musik dari kebudayaan-kebudayaan lain yang di anggap masih mempunyai hubungan. Di Antara elemen-elemen yang di pelajari dalam musik vocal tunggal terdapat wilayah melodis, garis melodis (counter) interval-interval dan ornamentasi.
   Pada saat bersamaan mereka mengembangkan metode-metode pengolahan data secara elektronis, (ini telah di gunakan untuk materi musik rakyat di Budapest, praha, Brno, Bratislava, Berlin, dan Skandinavia). Tujuan ahkir dari pekerjaan ini adalah untuk  membuat perbandingan yang sisternatis terhadap musik rakyat yang terdapat di seluruh Eropa  setelah hambatan-hambatan dapat diatasi.
   Sejak kira-kira tahun 1970 minat terhadap musik yang berfungsi sebagai suatu bentuk komunikasi atau sebagai sistem komunikasi dapat di lihat dengan perkembanganny, apa yang disebut, ‘semiotic musical’ dari definisi-definisi bidang ilmu yang dikemukakan oleh Nattiez (1974) dapat di ketahui bahwa lapangan ini adalah sebuah disiplin yang mencoba mengguanakn model-model yang terdapat pada disiplin linguistic untuk melakukan anlisis musikal, atau studi musik sebagai suatu sistem lambang.



1.3.4  Fungsi Sosial


   Studi  yang  paling intensif terhadap musik dalam konteks kebudayaan, atau social telah berlangsung dan diarahkan pada musik-musik dari masyarakat non-literasi atau masyarakat tribal serta musik-musik dari perkampungan kecil atau daerah-daerah perdesaan yang terbatas.
   Pendekantan kontras dan tajam terhadap musik yang terdapat dalam masyarakat etnomusikologi dapat di jumpai dalam proyek “kantometrik” yang dikerjakan Lomax. Di dalam studi tentang gaya penyajian nyanyian, rekaman dari contoh-contoh gaya menyanyi yang dikumpulkan dari 200 kebudayaan Ini dianalisis, kemudian [hasil] analisis-analisis di beri kode-kode untuk komputer, sebuah bank data  tentang fakta-fakta etnografis dari kebudayaan-kebudayaan tersebut di gunakan untuk meliha hubungan dari sifat-sifat musikal dan sifat-sifat budaya melalui komputerisasi, studi ini juga di khususkan untuk menemukan apakah pola-pola musik tertentu secara regular berkaitan dengan tingkatan-tingkatan tertentu dalam kompleksitas kebudayaan.



1.3.5  Dimensi Kesejarahan

  
   Dimensi sejarah merupakan hal yang fundamental bagi banyak sarjana dalam melakukan penelitian terhadap musik rakyat khususnya dalam hal ini adalah bagi sarjana Jerman, Walter Wiora, dan juga para ahli musik rakyat  dan para etnomusikologi bangsa eropa. Mula-mula, pertanyaan terhadap asal dan evolusi musik merupakan hal yang sangat menarik di bicarakan bagi para musikolog komparatif, seperti halnya Stumpf dan Hornbostel
   Folk Music Reasearch Group [Kelompor riset musik rakyat] dari Hunggarian Academy Of science yand di pimpin oleh Kodaly sampai ahkir hayatnya, selalu memberi perhatian yang penuh terhadap hal-hal yang bersifat kesejarahan
   Sekalipun tidak mengabaikan aspek kesejarahan secara menyeluruh, etnomusikologi-etnomusikologi Amerika memusatkan perhatiannya terhadap musik yang masih hidup sebagai subjek yang sedikt banyaknya adalah  baru bagi penelitian ilmiah hal mana kemudian, metode-metode dan peralatan yang baru pun harus dikembangkan



1.3.6  Etika


   Pertimbangan-pertimbangan yang etis khususnya sangat relevan dalam studi musik di negeri-negeri yang sedang berkembang, namun berhubungan pula dengan semua jenis kegiatan penelitian lapangan. Para etnomusikologi dari Negara-negara industry Barat sekarang ini sedang dalam tekanann untuk membuktikan kebenaran mengapa penelitian di luar negeri asalnya lebih banyak dikerjakan dibandingkan dengan melakukan penelitian lapangan di negeri dan kebudayaan sendiri
   Sekurang-kurangnnya ada dua jawaban yang mungkin dari tantangan ini. Yang pertama sejumlah etnomusikologi Barat pada kenyataan melakukan studi terhadap kebudayaan-kebudayaan sendiri; sebagai contoh di Amerika, terdapat perhatian untuk meneliti musik etnis, atau komunitas rural dan urban di suatu daerah. Yang kedua, diakui bahwa pendukung sebuah kebudayaan dapat melakukan penyelidikan lebih mendalam tentang masyarakatnya di bandingkan dengan orang luar. Seorang penelitian luar yang terlatih, dengan bantuan dari narasumber setempat, mungkin dapat mendokumentasikan, menganalisis, dan meyumbangkan hal-hal yang penting untuk pengetahuan musik dari kebudayaan asing kepada dunia luar.



1.3.7  Kesimpulan


   Seeger mengusulkan tiga percabangan terhadap definisi tugas musikologi, sebagai berikut: presentasi di dalam Bahasa laporan mengetengahkan, pertsama, sifat proses [terjadinya] musik secara teknis, yang kedua hubungan antar dunia musik dan dunia pembahasanny; dan yang ketiga, fungsi dari totalitas musik di dalam totalitas kebudayaan (1940-320). Dengan demikian ini  jelas bahwa ketiga tugas ini adalah dasar-dasar yang menjadi perhatian para seniman etnomusikologi
   Dalam artikel ini masalah-masalah utama dari etnomusikologi telah diutarakan. Jalan keluar masih belum dapat dikemukan bagi semua permasalahan yang ada. Kelompok yang disebutkan pertama  [antropologi] tidak bekerja lebih banyak untuk menutupi jurang pemisah ini, dan di sisi lain ternyata terdapat sejumlah bukri bahwa disiplin mengarah semakin dekat kepada disiplin yang terdapat pada Musikologi
   Kecenderungan-kecenderungan yang berorientasi-musikologis lainnya dapat memasukan etnomusikologi urban, dengan persepektif kesejarahannya, dan pusat perhatian dalam penelitiannya adalah analisis terhadap fenomena musikal.




 

3 komentar:

  1. maaf, ini blog bertus ya? hasil tulisan anda semua plagiat dari buku Etnomusikologinya R. Supanggah (ed).
    kamu tidak mencantumkan rujukan buku, ini bahaya karena berhubungan dengan HaKI. terima kasih

    BalasHapus