Kebudayaan Sumatra
1.1 Latar
Belakang
Sumatera atau Sumatra adalah kepulauan di wilayah Indonesia yang
dikenal mempunyai kebudayaan tinggi, salah satunya kebudayaan minangkabau dari
Sumatra barat yang akan di bahas dalam makalah ini.kebudayaan itu dapat di
lihat sendiri melalui tarian, bahasa, sastra, dan unsur etnik khas yang
menempel pada suatu suku. Semoga makalah ini bisa menjadi suatu bahan bacaan
yang berguna, walau terkesan jauh dari sempurna karena materi yang terdapat di
dalamnya.
1.2 Tujuan
Dapat di jadikan bahan bacaan yang berguna sesuai dengan
ang tertulis tentang kebudayaan Sumatra barat.
BAB II.
Pembahasan
2.1
Kebudayaan Sumatra
Sumatera atau Sumatra
adalah pulau keenam
terbesar di dunia yang
terletak di Indonesia, dikenal
pula dengan nama lain yaitu Pulau Percha, Andalas,
atau Suwarnadwipa (bahasa Sanskerta, berarti "pulau emas"). Kemudian pada Prasasti Padang Roco tahun 1286 dipahatkan swarnnabhūmi
(bahasa Sanskerta, berarti "tanah emas") dan bhūmi mālayu ("Tanah Melayu")
untuk menyebut pulau ini. Selanjutnya dalam naskah Negarakertagama dari abad ke-14 juga kembali
menyebut "Bumi Malayu" (Melayu) untuk pulau ini.
2.1 Kebudayaan Sumatra Barat
Sumatera Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang
terletak di pulau Sumatera dengan Padang sebagai ibu kotanya. Nama Provinsi Sumatera Barat bermula pada
zaman Vereenigde
Oostindische Compagnie (VOC),
dimana sebutan wilayah untuk kawasan pesisir barat Sumatera adalah Hoofdcomptoir van Sumatra's westkust.
Seiring dengan kejatuhan Kerajaan Pagaruyung, dan keterlibatan Belanda dalam Perang Padri, pemerintah Hindia Belanda
mulai menjadikan kawasan pedalaman Minangkabau
sebagai bagian dari Pax Nederlandica,
kawasan yang berada dalam pengawasan Belanda, dan wilayah Minangkabau ini
dibagi atas Residentie Padangsche
Benedenlanden dan Residentie
Padangsche Bovenlanden.[4] Mayoritas
penduduk Sumatera Barat merupakan suku Minangkabau. Di daerah Pasaman selain etnis Minang, juga berdiam suku Batak dan
suku Mandailing. Kedatangan mereka ke Sumatera Barat terutama pada masa Perang
Paderi. Bahasa yang digunakan dalam keseharian ialah Bahasa Minangkabau yang memiliki beberapa dialek, seperti dialek Bukittinggi,
dialek Pariaman, dialek Pesisir Selatan, dan dialek Payakumbuh. Di
daerah Pasaman dan Pasaman Barat yang berbatasan dengan Sumatera Utara,
juga dituturkan Bahasa Batak
dialek Mandailing. Sementara itu di daerah kepulauan Mentawai banyak digunakan Bahasa Mentawai.
Banyakny ksenian dan
kebudayaan yang dimiliki oleh daerah ini yang menjadikan Indonesia memiliki
kesenian dan kebudayaan yang bermaca-macam pula. Berikut beberapa kebudayaan
dan kesenian yang ada di Sumatra Barat seperti :
1.
Rumah Adat
Rumah Gadang merupakan Rumah adat yang
berasal dari Sumatera Barat, berasal dari suku Minangkabau. Rumah adat ini
biasanya didirikan diatas tanah milik keluarga induk dalam suku/kaum tersebut
secara turun temurun. Bentuk Rumah Gadang ini empat persegi panjang dan terbagi
atas dua bagian yaitu muka dan belakang, Rumah Gadang terbuat dari bahan kayu,
dan kalu di lihat sekilas hampir menyerupai rumah panggung. Salah satu kekhasan
dari rumah adat ini dalam proses pembuatannya adalah tidak memakai paku besi
tapi hanya menggunakan pasak yang terbuat dari bahan kayu
( Rumah Gadang )
2.
Pakaian Adat
Sumtra Barat memiliki pakaian adat dari
daerah ini, Pakaian Tradisional Adat Sumatra Barat utuk wanita disebut dengan
Baju Kurung sedang untuk Pakaian Tradisional Adat Sumatra Barat pada pria
disebut dengan Pakaian adat Penghulu.

3.
Senjata Tradisional
Senjata Tradisional dari daerah ini
bernama karih, bentuknya seperti keris, biasanya dipakai oleh kaum laki-laki
dan diletakkan di sebelah depan, saat sekarang hanya dipakai bagi mempelai pria
sebagai pelengkap pakaian adat pria. Bentuknya seperti keris tapi tidak
berlekuk

4.
Tari Tradisional
Padang memiliki berbagai macam tari
tardisional seperti tari piring, tari payung dan masih banyak lagi. Tari piring
Tarian ini diiringi lagu yang dimainkan dengan talempong dan saluang,
dimana gerakannya dilakukan dengan cepat sambil memegang piring di telapak
tangan mereka. Kadangkala piring-piring tersebut mereka lempar ke udara atau
mereka menghempaskannya ke tanah dan diinjak oleh para penari tersebut dengan
kaki telanjang
( Tari Piring
)
5.
Alat Musik
Tradisional
Nuansa Minangkabau yang ada di dalam setiap musik
Sumatra Barat jika dicampur dengan jenis musik apapun saat ini pasti akan
terlihat dan terasa jelas dari setiap karya lagu yang beredar di masyarat,
karena musik Minang bisa diracik dengan aliran musik jenis apapun sehingga enak
didengar dan bisa diterima oleh masyarakat. Beberapa alat musk tradisional
Padang
·
Saluang
Alat music ini termasuk alat musik tiup
yang terbuat dari bambu tipis atau talang

·
Bansi
Alat music inin memiliki 7 lubang dan
dapat memainkan lagu-lagu tradisional maupun modern karena memiliki
nada standar

·
Talempong
Bentuknya hampir sama
dengan gamelan dari Jawa. Talempong dapat terbuat dari kuningan,
namun ada pula yang terbuat dari kayu dan batu. Talempong biasanya digunakan
untuk mengiringi tari piringyang khas, tari pasambahan, tari gelombang,dll.
Talempong juga digunakan untuk menyambut tamu istimewa

·
Rabab
Rabab merupakan kesenian
di Minangkabau yang dimainkan dengan menggesek seperti biola.

·
Perayaan Adat
Masyarakat padang memiliki perayaan
adat yang berbeda dengan perayaan adat daerah lainnya misalnya pada upacara
pernikahan masyarakat Padang, sebelum pernikahan adalah upacara Meresek yang
artinya pertemuan pertama antar keluarga dimana pihak wanita yang mendatangi
pihak pria dan meminang pihak pria dengan membawa barang-barang pinangan yang
sudah disiapkan
BAB III. Penutupan
3.1 Kesimpulan
Kebudayaan
sumtra barat sangatlah kaya, dapat di lihat dari rumah adatnya, pakaiannya,
senjatanya, alat music tradisionalnya, dan juga tariannya. Kkebudayaan tersebut
di pengaruhi oleh factor keadaan alam dimana suatu etnik tersebut berdomisili.
Semoga dapat menjadi bahan bacaan yang sempurna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar